RSS Feed

Hadrotussyaikh KH. Moh. Sa'id

image

Beliau adalah tokoh utama yang membidani lahirnya Pondok PPAI Ketapang, juga termasuk tokoh penting dalam organisasi Nahdhatul Ulama’ (NU) terutama Wilayah Propinsi Jawa Timur yang merupakan basis utama NU. Beliau lahir pada tahun 1901 di Malang - Jawa Timur - Indonesia. Ayah Beliau bernama H. Moh. Anwar dan ibu Bernama Ny. Lis.

Pada tahun 1911 masuk sekolah HIS  (Hollandsch-Inlandsche School )selama 3 tahun, dan pada tahun 1914 melanjutkan sekolah ke ELS (Europeesche Lagere School ) yang ditempuh selama 5 tahun ( 1914 - 1919 ). Kemudian tahun 1920 s/d 1925 menjabat Komis Pos di Jember, Jawa Timur. Tahun 1925 Beliau menikah dengan Ibu Hj. Nyai Siti Fathimah. Dan pada tahun 1925 s/d 1927 menjadi pegawai di kantor Gubernur Jawa Timur di Surabaya. Setelah itu  Beliau mengambil keputusan yang agak mengejutkan dan mengherankan bagi kalangan awam, karena pada tahun 1927 beliau yang telah menjadi pejabat di tingkat propinsi Jawa Timur, dan apalagi baru 2 tahun menikah memutuskan untuk mundur dari jabatan untuk kemudian bersama-sama dengan sang istri beliau pergi menimba ilmu di Pondok Pesantren Salafiyah Siwalan Panji – Buduran – Sidoarjo. Hal ini beliau tempuh selama 6 tahun sampai tahun 1931.

Pada tahun 1931 beliau mendirikan pondok pesantren di Sonotengah – Pakisaji - Malang. Selain menjadi pengasuh pondok pesantren beliau juga aktif  dalam gerakan perjuangan kemerdekaan Indonesia dengan menjadi penggerak laskar Hizbullah. Dalam peristiwa heroik 10 Nopember di Surabaya beliaupun turut serta menggembleng pasukan Hizbullah serta melengkapi mereka dengan "amunisi" Kerikil ber-asma’, pecut dan kalung. Kemudian Pada tahun 1948 beliau memindahkan Pondok Pesantrennya ke daerah Karangsari - Bantur - Malang. Selanjutnya pada tanggal 28 Oktober 1949 memindahkan Pondok pesantrennya ke daerah Ketapang – Sukoraharjo – Kepanjen – Malang (hingga saat ini) dengan nama Pondok Pesantren Pendidikan dan Perguruan Agama Islam (PPAI) Ketapang. Dalam perkembangan selanjutnya nama PPAI dijadikan nama depan seluruh pondok pesantren di tanah air yang didirikan dan diasuh oleh para kyai alumni PPAI Ketapang.

Selain aktif dalam berjuang pada masa perjuangan kemerdekaan Indonesia, setelah Indonesia merdeka beliau juga berperan mengisi kemerdekaan mewakili Indonesia di kancah Internasional. Tepatnya tahun 1956 pada masa pemerintahan Presiden Ir. Sukarno, beliau ditunjuk sebagai Ketua Delegasi Ulama’ Indonesia ke Moskow – Rusia  dan Karachi – Pakistan. Hal ini dikarenakan kepandaian dan kecakapan beliau yang menguasai beberapa bahasa asing dengan baik. Di sisi lain beliau adalah seorang mursyid Thoriqoh Kholwatiyah yang merupakan salah satu Thoriqoh Mu’tabaroh dan mulai berkembang di Indonesia terutama daerah Jawa Timur dan Jawa Tengah. Dalam hal ini beliau  menyusun sebuah Risalah dengan judul Khulashoh fi Dzikril Ammah wal Khossoh yang menjelaskan tentang tatacara dzikir dan tuntunan amalan-amalan bagi jama’ah Thoriqoh.       

Artikel Terbaru
Ngaji Dulu Yuk!

        

 

Copyright © 2018 www.ppaiketapang.com · All Rights Reserved